Wednesday, November 7, 2018

Perkenalkan AMP Viewer dan AMP Cache, kini Bing Semakin AMP-Friendly

    Bing Baru Saja meluncurkan AMP Viewer di Mesin Pencari karya Microsoft Tersebut

    AMP Blogger - Sebagai salah satu mesin pencari pesaing Google, Bing kini semakin mengembangkan fitur-fiturnya. Mulai dari meluncurkan Bing News, penambahan fitur pada bing Webmaster, dan lain-lain. 


    Baru-baru ini Bing mulai semakin Google-able setelah meluncurkan fitur AMP Viewer dan support AMP Cache, yang tentu saja sangat ditunggu oleh halaman website berbasi AMP HTML. Sebenarnya Bing sudah 'join' dengan AMP HTML pada 2016 yang lalu, namun pengembangan AMP Viewer dan AMP cache baru direalisasikan beberapa waktu yang lalu.

    Apa Itu AMP Viewer?

    AMP Viewer adalah sejenis algoritma yang membantu mesin pencari menemukan halaman website berbasis AMP HTML. Halaman website berbasis AMP yang ditemukan melalui keywords tertentu di Bing akan ditandai dengan icon petir AMP, sama halnya seperti ketika anda mencari sesuatu melalui Google.

    Sebagai salah satu search engine besar nampaknya Bing mulai sadar psikologi pengguna mesin pencari yang lebih 'melakukan klik' pada hasil pencarian yang ditandai dengan ikon petir khas AMP.

    Saran untuk webmaster AMP HTML

    Protokol AMP menawarkan kemampuan untuk menyimpan cache dan melayani konten AMP yang disalin yang disalin yang dipublikasikan di web, memberikan pengalaman pengguna yang lebih cepat di Bing. 

    Untuk memungkinkan AMP menerbitkan konten dalam Bing, Anda harus mengizinkan Bingbot (perayap kami) untuk mengambil konten AMP dan mengizinkan pembagian sumber daya asal-asal (CORS) untuk domain Bing. 

    Sebagian besar situs yang diaktifkan AMP dan pengiklan telah mengotorisasi pembagian CORS untuk domain ampproject.org, tetapi sekarang juga perlu bing-amp.com ke daftar yang diizinkan.

    Optimasi Trafik dari Bing

    Untuk melakukan optimasi di mesin pencari Bing, hendaknya anda terlebih dahulu melakukan penambahan situs di Webmaster Bing, kemudian memverifikasi kepemilikan domain anda. Setelah itu anda bisa mengirim sitemap.xml pada blog anda.

    Referensi: 
    • https://www.ampproject.org/latest/blog/introducing-bing-amp-viewer-and-bing-amp-cache/
    • https://blogs.bing.com/Webmaster-Blog/September-2018/Introducing-Bing-AMP-viewer-and-Bing-AMP-cache


    Disqus Comments